| 7 Juni 2020 |
Hari ini kamu memasuki usia 37 minggu. Masyaa Allah.
Dan pagi ini dikejutkan dengan sesuatu yang berbeda, katanya orang menyebutnya "flek" saat kehamilan. Deg-degan karena usianya sudah memasuki usia matang untuk lahir. Rasanya nano-nano, mau ketemu dedek.
Siang hari, periksa ke bidan untuk memastikan. Alhamdulillah belum waktunya, kata bu bidan. Banyakin gerak dan jalan-jalan. Hwaaa... dedek..
****
| 8 Juni 2020 |
Semakin hari semakin terasa. Katanya, namanya kontraksi. Sakit? Iyaa. Ternyata rasanya~
Kayak ada sesuatu yang mendesak buat turun. Sabar ya, dedek.
Semakin malam rasanya semakin kuat. Akhirnya periksa lagi ke bidan. Dan, alhamdulillah sudah bukaan 2. Tapi, karena masih panjang untuk menuju bukaan 10 jadi pulang lagi ke rumah.
****
| 9 Juni 2020 |
Menuju siang jalan-jalan ke luar rumah supaya bisa mengalihkan rasa sakitnya. Sekalian deh jalan-jalan ke bidan buat cek. Dan karena belum 5 memnit sekali kontraksinya jadi pulang lagi deh. Sebenernya maju mundur juga sih buat ke bidan, karena takut buat cek dalam.Dan, takutnya bukaannya belum nambah. Lumayan, sakit pas dicek.
Ternyata, di jam 8 malam.Sakitnya semakiiiin kuat. Sampai merasa gak kuat. Ya Allah, rasanya pengen cepet lihat dedek aja deh. Sakitnya semakin kuat dan aku pun gak bisa mengontrol diri. Hingga membuat orang-orang di sekitar khawatir. Maafkan ya. Jam 22.30 aku langsung dibawa ke bidan. Saat ini aku gak berpikir bahwa bukaan sudah bertambah. Bahkan aku berpikir jika bukaan gak bertambah dan mesti dilakukan caesar pun gak masalah. Rasanya kayak gak sanggup. Mau langsung ketemu dedek aja pokoknya.
Setelah dicek bidan ternyata sudah bukaan 7. alhamdulillah. Jadi, aku langsung nginep di bidan karena diperkirakan dini hari bisa lahir. Coba deh praktikkin teori-teori yang kemarin didapet walau sedikit. Tarik napas, buang huuuuh.. Ternyata betul, semakin bukaannya besar, sakitnya juga semakin luar biasa. Masya Allah. Ibu-ibu emang luar biasa ternyata. Makanya, Ibumu, Ibumu, Ibumu, lalu Bapakmu.
Minggu, 14 Juni 2020
Kamis, 21 Mei 2020
Cerita aku dan dia
34 minggu, Allah titipkan kamu
Hey, kamu yang di bawah sana! Sedang apa?
.
Waktu terus berputar, tanpa menunggu aku yang masih bingung.
Dirasa tak dirasa.
.
|Trimester Pertama|
Masa-masa adaptasi, ketika pertama kali tahu bahwa ada kamu di bawah sana.
Aku masih menjalani kehidupan normal seperti biasanya. Bahkan kadang belum nyadar kalau ada makhluk kecil di bawah sana.
Mulai merasa 'aneh' ketika tahu bahwa ada kamu di sana. Entah faktor sugesti atau memang betulan hehe
Mual mulai datang. Tiap sore menjelang rasa-rasanya jadi tak enak makan. Kadang sepanjang hari terasa. Duh, makan makanan berbumbu banyak itu rasanyaaa~
Timbangan masih naik-turun. Dan, masih ada rasa percaya tidak percaya.
Betulkah ada kamu di sana?
Betulkah ada kamu di sana?
|Trimester Kedua|
Setelah menjalani drama mual di trimester pertama. Di trimester ke dua ini aku mulai 'rakus'.
Makanan apapun yang terlihat rasanya enaaaaak.
Berdasarkan artikel yang ku baca, di trimester kedua ini memang masanya enak. Enak makan, enak tidur. Enaaaak semuanya..
Semakin hari kamu semakin besar. Aku mulai merasakan kehadiranmu melalui tendangan-tendangan kecilmu. Geli!
Timbanganku mulai naik. Iya dong, hobinya makan ajaaa!
|Trimester Ketiga|
Saat ini, kamu sudah semakin besaaar. Sudah hampir dua kilogram. Kamu sudah semakin berat.
Kadang masih gak percaya bisa sampai di titik ini. Trimester ini mulai merasa sangaaat lemah.
Ya, betul kata Allah, ibumu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah.
Ya, betul kata Allah, ibumu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah.
Kondisi fisik tak lagi seperti dulu. Kaki mulai bengkak. Sakit punggung. Tidur pun tak nyaman.
Ibuuuu... Seperti ini mungkin perjuangan ibuku dahulu.
Rasa pun mudah naik dan turun. Mudah sekali..
Melakukan gerakan salat tak semudah dahulu. Berat sekali untuk bangkit ketika sujud.
Hehe timbangan naik teruuuuuuus. Tapi gak apa, yang penting kamu sehat ya!
Tapi aku masih belum kebayang gimana kalau nanti aku ketemu kamu.
Hey, kamu! Baik-baik di sana ya! Semoga Allah pertemukan kita di waktu yang tepat!
22 Mei 2020 | 29 Ramadan 1441 H
Sini, aku kenalkan dia!
|28 Oktober 2019|
Kali pertama aku berkenalan dengannya. Rasa-rasa percaya dan tidak. Kaget? Iya. Senang? Iya. Saat itu seakan waktu terhenti (Kyaaaa).
“Kenapa semua terjadi secepat ini?” (Hihihi. gitu kali dulu mikirnya).
Aku masih beradaptasi dengan dunia baruku, setelah menikah. Banyak hal berubah. Tentu. Bukan lagi ego tentang diriku, tapi juga orang lain yang saat ini menjadi teman perjalananku (Ciee)..
Dan hari ini, Allah perkenalkan aku dengan makhluk yang Allah titipkan.
Bisa gak yaaaa...
Sejak hari ini, rasa-rasanya semua berubah. Dan masih belum percaya. Hingga akhirnya kami pergi ke klinik. Tanya dooong, dan kami tunjukkan dua garis merah pada kertas.
“Iya, selamat. Ini udah jelas kok garisnya. Coba diperiksa dulu ya. Udah ada kok”.
Katanya, kamu beneran udah ada...
.
Dan waktu terus berputar (gak nungguin aku yang masih sibuk mikir ini beneran atau bukan).
Hei, bangun! Bukankah ini hadiah Allah? Allah titipkan “ia” pada kami.
“Ya Allah sesungguhnya Engkau yang menitipkan “ia” pada kami. Jagalah ia, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penjaga dan pelindung”.
Kenalan, yuk!
Hai, teman baru!
Hai, tempat baru!
Terima kasih, kamu menjadi tempat ke sekian menjadi ruang susunan kata-kata.
Semoga betah ya, aku!
.
Ruang kamar | 22 Mei 2020/29 Ramadan 1441 H
Langganan:
Postingan (Atom)